fbpx

Cara Install Cloudflare di CPanel Buat Penyedia Hosting

Buat Anda yang memulai atau sudah berkecimpung di dunia bisnis penyedia hosting, tidaklah asing dengan fitur-fitur penunjang website di CPanel seperti Cloudflare. Cloudflare salah satu penyedia CDN terbaik dan juga gratis yang ada dan siap untuk diintegrasikan ke CPanel. Bagaimana caranya? langsung lihat saja di tutorial berikut ini:

  1. Pastikan memiliki akun partner di Cloudflare, jika belum punya akun partner cloudflare, silahkan daftar terlebih dahulu di https://www.cloudflare.com/partners/
  2. Selanjutnya Login ke Panel Cloudflare Partner di https://partners.cloudflare.com/login
  3. Pada halaman dashboard, muncul beberapa tab diatas. Pilih tab API untuk mengetahui HOST_API_KEY Anda.  Cara Install Cloudflare di CPanel Buat Penyedia Hosting - Screen Shot 2019 11 01 at 17.48.33
  4. Langkah berikutnya, gunakan root user untuk masuk ke SSH Server CPanel Anda.
  5. Setelah masuk sebagai root user, copas code berikut: bash <(curl -s https://raw.githubusercontent.com/cloudflare/CloudFlare-CPanel/master/cloudflare.install.sh) -k HOST_API_KEY -n ‘PERUSAHAAN_HOSTING_ANDA
  6. Rubah HOST_API_KEY dengan API Key yang telah Anda copy pada langkah ketiga tadi. dan rubah PERUSAHAAN_HOSTING_ANDA dengan Nama bisnis Anda.
  7. Jalankan command tersebut, dan tunggu hingga proses selesai seperti ini. Cara Install Cloudflare di CPanel Buat Penyedia Hosting - Screen Shot 2019 11 01 at 17.58.21
  8. Selamat!! Anda berhasil menginstall Cloudflare di CPanel, selanjutnya bisa dilihat pada akun cPanel klien Anda.

Dokumen panduan resmi dari Cloudflare dapat anda unduh juga di https://www.cloudflare.com/static/media/pdf/cloudflare-cpanel-installation-activation-guide.pdf

Semoga bermanfaat, Terima kasih.

 

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel

CSF atau Config Server Firewall adalah firewall yang diperuntukkan bagi server Linux.Tool keamanan ini akan melindungi server Anda dari serangan seperti brute force dan meningkatkan keamanan server secara menyeluruh.

Aplikasi ini bekerja sebagai plugin WHM dan Anda bisa menadapatkannya secara gratis. Untuk menginstall dan mengkonfigurasikan CSF, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

Cara Installasi CSF Firewall

1.Login as root ke server Anda melalui SSHCara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - install csf

2.Jalankan perintah di bawah ini untuk mendapatkan CSF dengan perintah wget

cd /usr/local/src/
wget https://download.configserver.com/csf.tgz
 Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - config csf

3.Kemudian ekstrak archive yang telah di download dan jalankan instalasi

tar xfz csf.tgz
cd csf
sh install.sh

4.setelah installasi selesai, lalu lanjutkan perintah ini

cd ..
rm -Rfv csf/ csf.tgz

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - config csf 1

Cara Konfigurasi CSF Firewall

Setelah berhasil menginstal CSF Firewall, kini saatnya Anda mengkonfigurasikannya ke dalam WHM.

1. Login ke WHM Anda, kemudian pilih menu Plugins > ConfigServer Security Firewall

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - csf

2.Scroll ke bawah hingga Anda menemukan bagian csf – ConfigServer Firewall.

3. Klik pada bagian Firewall Configuration untuk mulai mengkonfigurasikannya.

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - csf1

4.Cek pada menu IPv4 Port Settings. Jika Anda sudah mengubah port SSH, tambahkan port baru Anda ke setting ini.

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - csf2

5. Untuk mengaktifkan syslog monitoring, set SYSLOG_CHECK ke angka 1800

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - csf3

6. Untuk mendeteksi proses yang meragukan, set PT_DELETED dan PT_ALL_USER ke mode ON

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - csf4

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - csf5

7. Selanjutnya, setting proteksi spam dan aktivitas email Anda pada bagian SMTP Settings.

  • Set SMTP_BLOCK menjadi ON

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - csf5

  • set LF_SCRIPT_LIMIT ke angka 250 untuk mengirimkan 250 mail per jam

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - csf7

  • Set LF_SCRIPT_ALERT ke mode ON untuk mengirimkan notifikasi pada admin jika konfigurasi di atas telah melebihi kapasitas

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - csf8

8. Kini konfigurasi CSF Firewall Anda sudah selesai. Untuk menyimpannya, scroll ke bagian paling bawah dari halaman tersebut dan klik button Change

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - csf9

9. Konfigurasi Anda telah disimpan. Saat ini, Anda harus merestart csf dan lfd Anda.

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - csf10

MenonAktifkan Mode TESTING

Hal ini bertujuan agar semua rule firewall yang sudah dikonfigurasikan di atas bekerja. Karena, semua rules tidak akan bisa bekerja jika mode testing ini belum dinon-aktifkan.

1. Kembali ke halaman awal ConfigServer Security Firewall. Di halaman tersebut, Anda akan mendapati notifikasi seperti di bawah ini:

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - n csf

2. Jika Anda sudah memastikan bahwa konfigurasi di atas sudah benar, maka saatnya Anda menghapus TESTING MODE tersebut.

3. Kembali ke csf – ConfigServer Firewall dan klik pada bagian Firewall Configuration

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - n csf1

4. Pada bagian Initial Settings, set TESTING ke mode OFF

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - n csf2

5. Untuk menyimpan konfigurasi ini, scroll ke bagian paling bawah dari halaman tersebut dan klik button Change

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - n csf3

6. Lakukan restart kembali.

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - n csf4

Mengecek Aktivitas Firewall

  • Kembali ke halaman awal ConfigServer Security Firewall kemudian pilih menu Watch system Logs

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - a csf

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - a csf1

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel - a csf2

  • Atau, Anda juga dapat mengecek aktivitas firewall melalui SSH dengan menjalankan perintah berikut:
/var/log/lfd.log

Sekian dan terima kasih semoga bermanfaat

source: niagahooster

 

 

Cara Merestart Apache di VPS CPanel

Cara restart apache atau service lainnya di vps cpanel

Bagi yang menggunakan VPS dengan Control Panel cPanel, bisa merestart / reboot service tertentu dari WHM. Panduannya sebagai berikut:

  1. Login WHM – Untuk login ke WHM bisa dilakukan melalui http://ipvps:2086 atau https://ipvps:2087, misal: iix02.namadomain.com:2087
  2. Pilih menu Restart Services
    Cara Merestart Apache di VPS CPanel - Cara restart apache atau service lainnya di vps cpanel
  3. Pilih service yang ingin Anda restart. Misalnya, HTTP Server (Apache)
    Cara Merestart Apache di VPS CPanel - Cara restart apache atau service lainnya di vps cpanel 2

Untuk merestart service yang lainnya, lakukan dengan cara seperti diatas.

Sekian tutorial cara restart apache atau service lainnya di vps cpanel. Semoga bermanfaat, Terimakasih.

 

Pengertian dan Hubungan Domain, Hosting dan Website

Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi alamat (IP address) server komputer seperti web server atau email server di internet.
Domain memberikan kemudahan pengguna internet untuk melakukan akses ke server dan memudahkan mengingat server yang dikunjungi dibandingkan harus mengingat sederetan angka-angka IP Address.
Domain memiliki beberapa level, yaitu :
1. Top Level Domain adalah deretan kata dibelakang nama domain seperti
.com (dotcommercial)
.net (dotnetwork)
.org(dotorganization)
.edu(doteducation)
.gov(dotgoverment)
.mil(dotmilitary)
.info (dotinfo)
dll
Ada dua macam Top Level Domain, yaitu Global Top Level Domain (gTLD) dan Country Code Top Level Domain (ccTLD). gTLD adalah seperti yang pada di list diatas dan ccTLD adalah TLD yang diperuntukkan untuk masing-masing negara, seperti Indonesia dengan kode ID (co.id, net.id, or.id, web.id dst) atau Malaysia dengan kode MY (com.my, net.my, dst).
2. Second Level Domain (SLD) adalah nama domain yang anda daftarkan. Misalnya nama domain yang anda daftarkan adalah domainku.com, maka domainku adalah SLD dan .comnya adalah TLD.
3. Third Level Domain adalah nama setelah Second Level Domain . Misalnya nama domain yang anda miliki adalah domainku.com, maka anda dapat menambahkan nama lain sebelum domainku, yaitu mail.domainku.com atau estrex.domainku.com.
Adapun layanan yang menjual third level domain salah satunya adalah enom dengan : .us.com, .br.com, .cn.com, dst. Atau yang gratis seperti co.cc, cz.cc dst.
Hosting adalah space harddisk dalam komputer server  yang digunakan untuk penyimpanan database, email dan file web.
Ada banyak spesifikasi hosting, tetapi beberapa yang penting adalah :
– Space / kapasitas hosting : Ini adalah besarnya data yang bisa Anda taruh di hosting. Ukurannya adalah Megabytes, Gigabytes, Terabytes
– Bandwidth atau besarnya kuota transfer data per bulan. Ukurannya adalah Megabytes/bulan, Gigabytes/bulan, Gigabytes/bulan. Bandwidth ini direset ke nol tiap bulannya.
– Jumlah database : Ini adalah menentukannya banyaknya database yang bisa Anda buat / taruh di hosting
– Jumlah addon domain : Banyaknya domain lain yang bisa Anda tambahkan ke hosting
– Jumlah akun email : Banyaknya akun email yang bisa Anda buat
Website adalah halaman informasi yang disediakan melalui jalur internet sehingga bisa diakses di seluruh dunia selama terkoneksi dengan jaringan internet.
Website merupakan kumpulan komponen yang terdiri dari teks, gambar, suara, animasi, video sehingga lebih merupakan media informasi yang menarik untuk dikunjungi.
Berdasarkan content management system (CMS) :
– Web Statik (Static Website)
Yaitu situs web yang langsung ditulis dalam bentuk HTML dan berbentuk sederhana seperti website dengan 5 (lima) halaman, website yang berisi brosur produk dan jasa.
– Web Dinamis (Dynamic Website)
Yaitu situs web yang ditulis dalam bentuk bahasa pemrograman dan database, seperti PHP, ASP, Javascript, Ajax, jQuery dan MySQL. Dalam perkembangannya web dinamis menggunakan CMS sebagai back-end untuk administrator web tersebut. Salah satu yang paling terkenal karena sangat SEO Friendly adalah WordPress. CMS lain adalah Joomla, Drupal, CMS simple, Aura CMS dll. Contoh : detik.com, kompas.com dll.
– Website Interaktif
Ada komunikasi dua arah antar pengunjung dan pengelola web. Salah satu contoh website interaktif adalah blog dan forum.
Berdasarkan fungsi dan kegunaan web :
– Web Perorangan : web yang digunakan untuk menceritakan tentang biografi diri, pengalaman pribadi, catatan harian dll (contoh : Blog Pribadi)
– Web Komersial : Web yang dipakai untuk menunjukkan produk dan jasa suatu perusahaan, atau juga dapat melakukan transaksi penjualan online (dengan shopping cart). Contohnya yaitu web company profile, toko online, yang biasanya menggunakan domain dengan akhiran/ekstensi .com, .co.id, dsb).
– Web Pemerintahan : Web jenis ini hanya boleh dipakai untuk keperluan website pemerintahan yang resmi. Seperti .gov untuk pemerintah US, atau go.id untuk web instansi pemerintah di Indonesia.
– Web Non-Profit : Website yang digunakan untuk kepentingan non protif. Jenis web ini biasanya digunakan oleh yayasan, sekolahan, universitas, organisasi, LSM dll. Web jenis ini biasanya menggunakan domain dengan akhiran.org, .edu, ac.id, or.id, dll.
Lalu apa hubungan antara Domain, Hosting dan Website?
Website di dunia nyata sama halnya dengan Rumah/Toko/Gedung.
Jika di dunia nyata sebuah rumah memiliki alamat misal jl. kalimantan no.12 maka di dunia maya sebuah website membutuhkan domain misal facebook.com, minggirsari.desa.id, dll.
Tetapi dalam sebuah system penamaan domain/alamat website di Internet bersifat “siapa cepat dia dapat” sehingga jika anda ingin membangun sebuah website dengan domain berbayar anda wajib cek terlebih dahulu apakah masih available domain yang anda impikan, anda dapat cek domain disini, jika domain yang anda sudah dimiliki orang lain ada dua opsi : pertama anda cari domain lain dengan alternatif menggunakan .net; .org; dll, sedangkan opsi kedua adalah anda mencari tau siap pemilik domain idaman anda itu, lalu anda hubungi dan negosiasi untuk membeli domain tersebut (tentunya dengan nominal yang lumayan tinggi 😀 ).
Jika rumah di dunia nyata membutuhkan tanah kosong untuk dapat dibangun sebuah bangunan rumah, maka di dunia maya, website membutuhkan hosting untuk membangung sebuah website.
  1. Domain = Alamat rumah
  2. Hosting = Tanah kosong
  3. Website = Rumah/Gedung

Cara Upload Website Dari Localhost ke CPanel

Langsung saja cara upload website dari localhost ke cpanel, simak dibawah ini.

Langkah pertama (Upload folder htdocs)

  1. Di folder htdocs, buka folder yang akan diupload
  2. Select semua isi yang ada di folder tersebut,  lalu klik kanan dan Arsipkan. Diharuskan berformat *.ZIP
  3. Buka Cpanel Website dan masuk ke File Manager
  4. Buka public_html dan upload file zip tersebut
  5. Setelah selesai diupload, extract file zip tersebut.

Langkah kedua (Upload database)

  1. Pergi ke localhost/phpmyadmin untuk ekspor database yang akan di upload ke database server/online
  2. Setelah didownload hasil ekspor databasenya, pergi Cpanel Website dan masuk MySQL®Databases
  3. Buat database baru
  4. Masuk lagi ke MySQL®Databases dan buat user baru
  5. Masuk lagi ke MySQL®Databases dan tambahkan user ke database, lalu centang ALL PRIVILEGES
  6. Buka Cpanel Website dan masuk ke Phpmyadmin
  7. Impor file download hasil ekspor database tadi.

Langkah ketiga (Konfigurasi file)

  1. Buka Cpanel Website dan masuk ke File Manager dan buka public_html
  2. Edit file yang membuat koneksi ke database
  3. Ubah nama database, user, password sesuai dengan yang tadi dibuat di Langkah kedua
  4. Sukses! Silahkan Buka Domain anda..

Jika ada kurang faham nya bisa langsung hubungi pihak dari hostingnya. Terima kasih

 

Cara Melakukan Transfer Domain

Cara Melakukan Transfer Domain – Agar transfer domain dari layanan A ke layanan B berhasil, maka harus memenuhi persyaratan dan melakukan hal berikut:

Melakukan UNLOCK pada domain Anda
Mentransfer domain yang telah berumur minimal 60 hari
Mentransfer domain dengan sisa masa aktif minimal 30 hari
Memasukkan kode EPP / transfer secret yang benar
Menggunakan nama, nama perusahaan, dan alamat email yang sama dengan ketika mendaftar domain
Menonaktifkan whois privacy protection
Mengklik link otorisasi transfer domain yang dikirimkan ke email akun terdaftar pada layanan sebelumnya.
Melengkapi persyaratan dokumen (khusus untuk transfer nama domain Indonesia)
Persyaratan tersebut dapat dipelajari dibawah ini:

Transfer Domain Dalam 4 Langkah Mudah

  1. Unlock domain dan non-aktifkan proteksi whois di tempat Anda membeli domain sebelumnya
  2. Masukkan nama domain yang ingin Anda transfer. Anda akan diminta memasukkan kode EPP. Kode EPP dapat ditemukan di tempat Anda membeli domain sebelumnya
  3. Setelah tagihan dibayar, silahkan cek email Anda dan klik link pada email otorisasi transfer domain Anda
  4. Tunggu email konfirmasi transfer telah berhasil (proses transfer domain membutuhkan waktu hingga maksimal 5 hari)

Setelah persyaratan tersebut telah lengkap dan proses transfer dimulai, maka Anda akan mendapatkan link khusus untuk otorisasi transfer yang dikirimkan ke email yang digunakan untuk mendaftarkan domain Anda tersebut.

Baca juga: Cara Upload Website Dari Localhost ke CPanel

Pastikan Anda mengklik link tersebut dan jika Anda tidak mengkliknya, maka proses transfer domain Anda akan gagal.

Berikut tahapan proses transfer setelah persyaratan di atas terpenuhi: 

Lakukan order transfer pada layanan yang dituju dan lakukan pembayaran tagihan transfer domain Anda tersebut. Setelah itu, Anda akan dihadapkan pada skenario berikut:

Skenario Transfer Domain.

Skenario 1

Jika transfer domain dilakukan tanpa ada perubahan data whois atau kontak (nama, perusahaan, alamat, email dan lain-lain) antara layanan lama dengan data di layanan baru, maka prosesnya sebagai berikut:

1. Setelah melakukan order transfer domain dan transfer domain telah diproses, maka Anda akan mendapatkan transfer Form of Authorization (FOA) yang akan dikirimkan sesuai dengan email Anda sesuai dengan informasi pada WHOIS.

2. Form of Authorization (FOA) akan valid hingga 60 hari. Jika selama masa tersebut Anda tidak melakukan klik pada link approval otorisasi transfer yang kirimkan pada Form of Authorization (FOA) maka proses transfer domain akan gagal atau dibatalkan.

Skenario 2 (Yang paling sering terjadi)

Jika transfer domain dilakukan dengan ada perubahan data pada kontak atau WHOIS (nama, perusahaan, alamat, email dan lain-lain) maka prosesnya akan sebagai berikut:

1. Setelah order transfer domain dilakukan dan transfer domain diproses maka Anda akan mendapatkan email Form of Authorization (FOA) untuk memverifikasi perubahan data WHOIS atau kontak. Email akan dikirimkan ke alamat email sesuai dengan informasi pada WHOIS.

2. Form of Authorization akan valid hingga 60 hari. Hanya jika form FOA yang dikirimkan via email di approve atau disetujui dan selesai, maka sistem akan mengirimkan email Otorirasi Transfer. Pastikan Anda untuk mengklik dan meng-approvenya untuk melanjutkan proses transfer.

Jika kedua email tersebut tidak di approve, maka proses transfer akan gagal. Untuk itu, kami menyarankan agar Anda menggunakan data WHOIS yang sama persis dengan data domain sebelumnya untuk mencegah email FOA untuk verifikasi perubahan data kontak atau WHOIS Anda.

Jika semuanya telah di approve dan berhasil, maka domain anda akan secara otomatis ter-transfer ke layanan baru setelah maksimal 5 hari kerja.

Anda dapat mengecek status domain melalui member area setiap penyedia layanan. Pastikan domain anda sudah dilakukan dengan benar.

Baca juga: Pengertian dan Hubungan Domain, Hosting dan Website