Cara Install Cloudflare di CPanel Buat Penyedia Hosting

Buat Anda yang memulai atau sudah berkecimpung di dunia bisnis penyedia hosting, tidaklah asing dengan fitur-fitur penunjang website di CPanel seperti Cloudflare. Cloudflare salah satu penyedia CDN terbaik dan juga gratis yang ada dan siap untuk diintegrasikan ke CPanel. Bagaimana caranya? langsung lihat saja di tutorial berikut ini:

  1. Pastikan memiliki akun partner di Cloudflare, jika belum punya akun partner cloudflare, silahkan daftar terlebih dahulu di https://www.cloudflare.com/partners/
  2. Selanjutnya Login ke Panel Cloudflare Partner di https://partners.cloudflare.com/login
  3. Pada halaman dashboard, muncul beberapa tab diatas. Pilih tab API untuk mengetahui HOST_API_KEY Anda. 
  4. Langkah berikutnya, gunakan root user untuk masuk ke SSH Server CPanel Anda.
  5. Setelah masuk sebagai root user, copas code berikut: bash <(curl -s https://raw.githubusercontent.com/cloudflare/CloudFlare-CPanel/master/cloudflare.install.sh) -k HOST_API_KEY -n ‘PERUSAHAAN_HOSTING_ANDA
  6. Rubah HOST_API_KEY dengan API Key yang telah Anda copy pada langkah ketiga tadi. dan rubah PERUSAHAAN_HOSTING_ANDA dengan Nama bisnis Anda.
  7. Jalankan command tersebut, dan tunggu hingga proses selesai seperti ini.
  8. Selamat!! Anda berhasil menginstall Cloudflare di CPanel, selanjutnya bisa dilihat pada akun cPanel klien Anda.

Dokumen panduan resmi dari Cloudflare dapat anda unduh juga di https://www.cloudflare.com/static/media/pdf/cloudflare-cpanel-installation-activation-guide.pdf

Semoga bermanfaat, Terima kasih.

 

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel

Cara Install & Konfigurasi CSF Pada cPanel

CSF atau Config Server Firewall adalah firewall yang diperuntukkan bagi server Linux.Tool keamanan ini akan melindungi server Anda dari serangan seperti brute force dan meningkatkan keamanan server secara menyeluruh.

Aplikasi ini bekerja sebagai plugin WHM dan Anda bisa menadapatkannya secara gratis. Untuk menginstall dan mengkonfigurasikan CSF, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

Cara Installasi CSF Firewall

1.Login as root ke server Anda melalui SSH

2.Jalankan perintah di bawah ini untuk mendapatkan CSF dengan perintah wget

cd /usr/local/src/
wget https://download.configserver.com/csf.tgz
 

3.Kemudian ekstrak archive yang telah di download dan jalankan instalasi

tar xfz csf.tgz
cd csf
sh install.sh

4.setelah installasi selesai, lalu lanjutkan perintah ini

cd ..
rm -Rfv csf/ csf.tgz

Cara Konfigurasi CSF Firewall

Setelah berhasil menginstal CSF Firewall, kini saatnya Anda mengkonfigurasikannya ke dalam WHM.

1. Login ke WHM Anda, kemudian pilih menu Plugins > ConfigServer Security Firewall

2.Scroll ke bawah hingga Anda menemukan bagian csf – ConfigServer Firewall.

3. Klik pada bagian Firewall Configuration untuk mulai mengkonfigurasikannya.

4.Cek pada menu IPv4 Port Settings. Jika Anda sudah mengubah port SSH, tambahkan port baru Anda ke setting ini.

5. Untuk mengaktifkan syslog monitoring, set SYSLOG_CHECK ke angka 1800

6. Untuk mendeteksi proses yang meragukan, set PT_DELETED dan PT_ALL_USER ke mode ON

7. Selanjutnya, setting proteksi spam dan aktivitas email Anda pada bagian SMTP Settings.

  • Set SMTP_BLOCK menjadi ON

  • set LF_SCRIPT_LIMIT ke angka 250 untuk mengirimkan 250 mail per jam

  • Set LF_SCRIPT_ALERT ke mode ON untuk mengirimkan notifikasi pada admin jika konfigurasi di atas telah melebihi kapasitas

8. Kini konfigurasi CSF Firewall Anda sudah selesai. Untuk menyimpannya, scroll ke bagian paling bawah dari halaman tersebut dan klik button Change

9. Konfigurasi Anda telah disimpan. Saat ini, Anda harus merestart csf dan lfd Anda.

MenonAktifkan Mode TESTING

Hal ini bertujuan agar semua rule firewall yang sudah dikonfigurasikan di atas bekerja. Karena, semua rules tidak akan bisa bekerja jika mode testing ini belum dinon-aktifkan.

1. Kembali ke halaman awal ConfigServer Security Firewall. Di halaman tersebut, Anda akan mendapati notifikasi seperti di bawah ini:

2. Jika Anda sudah memastikan bahwa konfigurasi di atas sudah benar, maka saatnya Anda menghapus TESTING MODE tersebut.

3. Kembali ke csf – ConfigServer Firewall dan klik pada bagian Firewall Configuration

4. Pada bagian Initial Settings, set TESTING ke mode OFF

5. Untuk menyimpan konfigurasi ini, scroll ke bagian paling bawah dari halaman tersebut dan klik button Change

6. Lakukan restart kembali.

Mengecek Aktivitas Firewall

  • Kembali ke halaman awal ConfigServer Security Firewall kemudian pilih menu Watch system Logs

  • Atau, Anda juga dapat mengecek aktivitas firewall melalui SSH dengan menjalankan perintah berikut:
/var/log/lfd.log

Sekian dan terima kasih semoga bermanfaat

source: niagahooster

 

 

Cara Upload Website Dari Localhost ke CPanel

Langsung saja cara upload website dari localhost ke cpanel, simak dibawah ini.

Langkah pertama (Upload folder htdocs)

  1. Di folder htdocs, buka folder yang akan diupload
  2. Select semua isi yang ada di folder tersebut,  lalu klik kanan dan Arsipkan. Diharuskan berformat *.ZIP
  3. Buka Cpanel Website dan masuk ke File Manager
  4. Buka public_html dan upload file zip tersebut
  5. Setelah selesai diupload, extract file zip tersebut.

Langkah kedua (Upload database)

  1. Pergi ke localhost/phpmyadmin untuk ekspor database yang akan di upload ke database server/online
  2. Setelah didownload hasil ekspor databasenya, pergi Cpanel Website dan masuk MySQL®Databases
  3. Buat database baru
  4. Masuk lagi ke MySQL®Databases dan buat user baru
  5. Masuk lagi ke MySQL®Databases dan tambahkan user ke database, lalu centang ALL PRIVILEGES
  6. Buka Cpanel Website dan masuk ke Phpmyadmin
  7. Impor file download hasil ekspor database tadi.

Langkah ketiga (Konfigurasi file)

  1. Buka Cpanel Website dan masuk ke File Manager dan buka public_html
  2. Edit file yang membuat koneksi ke database
  3. Ubah nama database, user, password sesuai dengan yang tadi dibuat di Langkah kedua
  4. Sukses! Silahkan Buka Domain anda..

Jika ada kurang faham nya bisa langsung hubungi pihak dari hostingnya. Terima kasih

 

Cara Melakukan Transfer Domain

Cara Melakukan Transfer Domain – Agar transfer domain dari layanan A ke layanan B berhasil, maka harus memenuhi persyaratan dan melakukan hal berikut:

Melakukan UNLOCK pada domain Anda
Mentransfer domain yang telah berumur minimal 60 hari
Mentransfer domain dengan sisa masa aktif minimal 30 hari
Memasukkan kode EPP / transfer secret yang benar
Menggunakan nama, nama perusahaan, dan alamat email yang sama dengan ketika mendaftar domain
Menonaktifkan whois privacy protection
Mengklik link otorisasi transfer domain yang dikirimkan ke email akun terdaftar pada layanan sebelumnya.
Melengkapi persyaratan dokumen (khusus untuk transfer nama domain Indonesia)
Persyaratan tersebut dapat dipelajari dibawah ini:

Transfer Domain Dalam 4 Langkah Mudah

  1. Unlock domain dan non-aktifkan proteksi whois di tempat Anda membeli domain sebelumnya
  2. Masukkan nama domain yang ingin Anda transfer. Anda akan diminta memasukkan kode EPP. Kode EPP dapat ditemukan di tempat Anda membeli domain sebelumnya
  3. Setelah tagihan dibayar, silahkan cek email Anda dan klik link pada email otorisasi transfer domain Anda
  4. Tunggu email konfirmasi transfer telah berhasil (proses transfer domain membutuhkan waktu hingga maksimal 5 hari)

Setelah persyaratan tersebut telah lengkap dan proses transfer dimulai, maka Anda akan mendapatkan link khusus untuk otorisasi transfer yang dikirimkan ke email yang digunakan untuk mendaftarkan domain Anda tersebut.

Baca juga: Cara Upload Website Dari Localhost ke CPanel

Pastikan Anda mengklik link tersebut dan jika Anda tidak mengkliknya, maka proses transfer domain Anda akan gagal.

Berikut tahapan proses transfer setelah persyaratan di atas terpenuhi: 

Lakukan order transfer pada layanan yang dituju dan lakukan pembayaran tagihan transfer domain Anda tersebut. Setelah itu, Anda akan dihadapkan pada skenario berikut:

Skenario Transfer Domain.

Skenario 1

Jika transfer domain dilakukan tanpa ada perubahan data whois atau kontak (nama, perusahaan, alamat, email dan lain-lain) antara layanan lama dengan data di layanan baru, maka prosesnya sebagai berikut:

1. Setelah melakukan order transfer domain dan transfer domain telah diproses, maka Anda akan mendapatkan transfer Form of Authorization (FOA) yang akan dikirimkan sesuai dengan email Anda sesuai dengan informasi pada WHOIS.

2. Form of Authorization (FOA) akan valid hingga 60 hari. Jika selama masa tersebut Anda tidak melakukan klik pada link approval otorisasi transfer yang kirimkan pada Form of Authorization (FOA) maka proses transfer domain akan gagal atau dibatalkan.

Skenario 2 (Yang paling sering terjadi)

Jika transfer domain dilakukan dengan ada perubahan data pada kontak atau WHOIS (nama, perusahaan, alamat, email dan lain-lain) maka prosesnya akan sebagai berikut:

1. Setelah order transfer domain dilakukan dan transfer domain diproses maka Anda akan mendapatkan email Form of Authorization (FOA) untuk memverifikasi perubahan data WHOIS atau kontak. Email akan dikirimkan ke alamat email sesuai dengan informasi pada WHOIS.

2. Form of Authorization akan valid hingga 60 hari. Hanya jika form FOA yang dikirimkan via email di approve atau disetujui dan selesai, maka sistem akan mengirimkan email Otorirasi Transfer. Pastikan Anda untuk mengklik dan meng-approvenya untuk melanjutkan proses transfer.

Jika kedua email tersebut tidak di approve, maka proses transfer akan gagal. Untuk itu, kami menyarankan agar Anda menggunakan data WHOIS yang sama persis dengan data domain sebelumnya untuk mencegah email FOA untuk verifikasi perubahan data kontak atau WHOIS Anda.

Jika semuanya telah di approve dan berhasil, maka domain anda akan secara otomatis ter-transfer ke layanan baru setelah maksimal 5 hari kerja.

Anda dapat mengecek status domain melalui member area setiap penyedia layanan. Pastikan domain anda sudah dilakukan dengan benar.

Baca juga: Pengertian dan Hubungan Domain, Hosting dan Website

 

Cara Backup WordPress Menggunakan plugin UpdraftPlus

Berikut langkah – langkah untuk menggunakan plugin UpdraftPlus :

Syarat – syaratnya:
– Punya akses ke admin WordPress Anda
– Punya akun dropbox sebagai tempat tujuan backup

  1. Buka dashboard wordpress (contoh: namadomainanda.com/wp-admin)
  2. Install dan aktifkan plugin UpdraftPlus
  3. Buka menu Setting, pilih Updraft Backup.
  4. Buka Tab Setting.
  5. Isi durasi membackup data. bisa mingguan, bisa harian. (saran: backup file “weekly“, dan backup database “Daily“)
  6. Setelah selesai pilih logo Dropbox di bawahnya.
  7. Klik SAVE, di paling bawah. Tunggu sampai muncul Link dibawahnya.
  8. Klik link yang muncul tersebut. Anda akan di arahkan ke halaman login (jika belum login) Dropbox. Silahkan Login.
  9. Lalu muncul halaman Updraft. Klik Complete Setup.
  10. Selesai! Untuk melihat file file backupan bisa dengan masuk ke halaman dropbox. Buka folder App (Aplikasi) lalu updraft.

Mungkin itu saja langkah demi langkah semoga berhasil dan bisa digunakan dengan baik. Thanks

Atasi Fatal Error: Allowed memory size of 41943040 bytes exhausted

Oke disini kita akan berbagi sedikit pengalaman ketika mendapati error pada salah satu website kami. Untuk error nya muncul ketika saya install plugin woocommerce yang dimana website itu untuk jualan. Biasanya tidak pada plugin tersebut error nya bisa jadi pada plugin yang lainnya juga.

Pada error nya tertulis seperti dibawah ini :

PHP Fatal error:  Allowed memory size of 41943040 bytes exhausted (tried to allocate 32768 bytes) in /home/.../public_html/wp-content/plugins/woocommerce/includes/api/v1/class-wc-rest-products-controller.php on line 1734

Nah, jangan khawatir untuk bagi yang pemula disini kami akan memberikan arahan untuk memperbaiki error tersebut. Silahkan ikuti langkah di bawah ini, Oiya sebelumnya disini saya menggunakan CPanel, untuk memperbaiki lewat FTP kita akan tambahkan di bawahnya. Oke langsung saja

  1. Versi CPanel
  • Pertama silahkan anda login pada akun cpanel
  • Setelah itu, klik File Manager

  • Tunggu sebentar dan akan menampilkan beberapa folder disana dan Anda pilih folder public_html double klik
  • setelah itu masuk ke folder dimana website folder Anda diletakkan, nah silahkan pilih file wp-config.php klik kanan lalu pilih edit, ada pop up tekan edit saja

  • Setelah itu tambahkan script ‘define(‘WP_MEMORY_LIMIT’,’256M’);’ (tidak menggunakan petik) di baris pada gambar berikut

  • setelah itu klik save untuk menyimpan kofigurasi tersebut
  • dan silahkan coba buka website Anda:)

2. Untuk yang menggunakan FTP silahkan simak dibawah ini.

  • Silahkan Anda login akun ftp hosting
  • Selanjutnya Anda masuk ke menu public_html->wp-config.php. (menu ini tergantung dari menu hosting kalian masing – masing)
  • Setelah itu klik kanan lalu pilih view/edit
  • Lalu tambahkan script ‘define(‘WP_MEMORY_LIMIT’,’256M’);’ (tidak menggunakan petik) seperti pada contoh di gambar atas
  • Terakhir Save atau ctrl + s, dan check hasilnya di web Anda:)

Semoga Tips atau totorial ini bermanfat. Kalo masih belum faham silahkan ajukan ke provider hosting Anda atau bisa ajukan ke penjuruhost ini. Terimakasih